Yang Terpendam
Saat...
Kudengar lagi suaranya
Hanya bahagia memenuhi isi dada
Karna, kita bisa jalan berdua
Ketika...
Kau genggam erat tanganku
Melangkah dalam diam dan ragu
Aku hanya bisa tergugu, serba kelu
Bicaralah,...
Aku hanya bisa menjaga sisi hati
Agar kita bisa semakin dekat berdiri
Dalam bisu, tanpa ada kata ..mengiringi
Ah...bicaralah
Agar yang terpendam sejak lama
Bisa mengikat hati kita
Dalam CINTA
Senin, 30 Juni 2008
detik-detik
Detik-detik berlalu…
Waktu s’makin mendekat
juga menjauh
Ada tawa, tapi juga ada duka
Entah apa terasa
Entah siapa bahagia
Entah ada duka
Entah jua penyebabnya
Detik-detik menjelang…
Satu langkah lebih tinggi
Satu langkah menghilang
Seseorang terbenam di balik Puisi
Entah siapa lara
Entah terasakah luka
Duka dan seutas bahagia
serta bahagia dan seutas duka
Waktu s’makin mendekat
juga menjauh
Ada tawa, tapi juga ada duka
Entah apa terasa
Entah siapa bahagia
Entah ada duka
Entah jua penyebabnya
Detik-detik menjelang…
Satu langkah lebih tinggi
Satu langkah menghilang
Seseorang terbenam di balik Puisi
Entah siapa lara
Entah terasakah luka
Duka dan seutas bahagia
serta bahagia dan seutas duka
cinta
Cinta memanggilku
Segera kuberlari meghampiri
Meski harus kutempuh
jalan berbatu dan berliku
Kan kuserahklan diri
kedalam rangkulan sayap2nya
Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya
akan melukaiku
Ku bisikan cinta
Mungkin cinta kan membawaku
terbang tinggi ke kumpulan bintang2
Namun dia juga akan mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautanTangan kita terikat...
bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasirDi luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tanduDuduk saja
Segera kuberlari meghampiri
Meski harus kutempuh
jalan berbatu dan berliku
Kan kuserahklan diri
kedalam rangkulan sayap2nya
Sekalipun duri2 yg bersemayam dibalik sayapnya
akan melukaiku
Ku bisikan cinta
Mungkin cinta kan membawaku
terbang tinggi ke kumpulan bintang2
Namun dia juga akan mencabik2
Satu nafas terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi tercampur
Dalam jubah terpautanTangan kita terikat...
bibir kita menyatu
Maka setiap apa yang terucap
Adalah sabda pandita ratu
Di luar itu pasirDi luar itu debu
Hanya pasir meniup saja lalu hilang
Terbang tak ada
Tapi kita tetap menari
Tarian cuma kita yang tahu
Jiwa ini adalah tanduDuduk saja
Selasa, 22 Januari 2008
Tentang aku
Nama aq marisa..Aku anak kedua dari empat bersaudara...Menurut orang - orang sih aq orangnya asyik, nyambung kalo di ajak ngobrol, manja, n agak keras kepala... n kdg2 agak usil juga...aq suka bikin org2 di sekitar aq jd tersenyum...padahal sebenarnya aq orgnya agak pemalu...Ga tw jg deh knp skrg jd cerewet n sk ngobrol...salah minum obat kalee..he..he...aq punya banyak hobby spt: jalan - jalan, baca buku, nyanyi, jogging, chatting..n msh bnyk yg laen lg...Udah dulu ya..capek neh..mw mkn siang dlu ne..dah..daaaaaaaaa
Perihku
Kalau memang cinta...
mengapa kau tega lukai aku
Kalau memang sayang....
mengapa engkau tak akui semua
Kau menganggap hubungan kita tak ada artinya
kalau aku bukan pacarmu
Lalu apa ......?
Apa Pacar gelapmu
Atau aku hanyalah tempat
Dimana Kau bisa Datang jika kau perlu
Apakah aku pernah menyakitimu ?
sehingga kau menghancurkan hidupku
atau sifatmu yang suka menyakiti Wanita ?
Tapi mengapa harus aku ?????
Betapa Hancur hatiku...
Perih yang Kurasa tak sebanding maafmu
Kau pikir dengan maaf semua akan selesai !!!!!
Kau salah.....!
Mengucapkan kata-kata memang mudah
Namun untuk melakukannya sangat sulit
Mungkin jika tak sesakit ini
Ku bisa tertawa kembali
Ku bisa seperti dulu
Namun Semua tak dapat kembali
Kau yang telah hancurkan semua
Hingga tiada senyumku lagi...
Hujan... aku tidak bisa sepertimu
Hujan......
kau sangat indah....
kau jatuh kebumi ini
dengan tiada beban
Hujan.........
kadang aku iri kepadamu
mengapa aku gak bisa sepertimu??
Jika dirimu menyimpan mendung
maka kau dengan begitu mudah dapat menghapuskan mendungmu
dengan menurunkannya...............
Setelah itu aku melihat engkau akan baik** saja.....................
bahkan kau bisa memperlihatkan seulas senyummu
dengan meninggalkan secarik pelangi .......
Hujan...
Mengapa aku tak bisa sepertimu
mengapa jika ada mendung pada diriku
aku gak bisa menghapuskannya
dengan hanya menurunkan hujan???
Mengapa mendung itu masih ada
padahal sudah berkali** kuturunkan hujan
tapi mendung itu tetap ada disini.......
dihati ini.
Mengapa
Mengapa luka ini
enggan pergi meninggalkanku
Mengapa masalah demi masalah
setia temani aku
Aku tak kuat lagi menanggungnya
Aku tak sanggup lagi melewati jalan terjal ini
Ingin aku lari dari masalahku
Karna terkadang keputusasaan datang menderaku
Kuingin pergi jauh dengan caraku sendiri
Namun aku slalu mencoba bangkit dan tak mudah menyerah
Aku yakin,dengan bersabar semua kan lebih indah
Biar saja smua berlalu dengan sendirinya
Kan kuhadapi smua dgn senyuman
Kuyakin suatu saat smua kan lelah menyakitiku.
Mengapa luka ini
enggan pergi meninggalkanku
Mengapa masalah demi masalah
setia temani aku
Aku tak kuat lagi menanggungnya
Aku tak sanggup lagi melewati jalan terjal ini
Ingin aku lari dari masalahku
Karna terkadang keputusasaan datang menderaku
Kuingin pergi jauh dengan caraku sendiri
Namun aku slalu mencoba bangkit dan tak mudah menyerah
Aku yakin,dengan bersabar semua kan lebih indah
Biar saja smua berlalu dengan sendirinya
Kan kuhadapi smua dgn senyuman
Kuyakin suatu saat smua kan lelah menyakitiku.
Langganan:
Postingan (Atom)